Hidroponik, Solusi Berkebun di Perkotaan

Selada Merah
Di masa sekarang, ketika perkembangan manusia semakin pesat menyebabkan ketersediaan lahan semakin sedikit. Padahal kebutuhan sayuran segar sangat tinggi untuk membantu kesehatan manusia.
Sayuran yang kita konsumsi seringkali tidak begitu segar, karena diantar dari tempat yang jauh. Contohnya, kebutuhan sayur masyarakat Jakarta misalnya, sumber sayur paling dekat adalah Bogor. Mari kita perhitungkan cara antarnya, dari tempat panen, kemudian dikemas membutuhkan waktu paling lama sekitar sehari. Setelah itu, sayur dibawa menggunakan mobil angkut melalui jalan tol dengan waktu antara 2 hingga 4 jam, bergantung kondisi kemacetan. Kita bisa bayangkan apa yang terjadi dengan sayur-sayur yang kita beli, setelah tiba di pasar-pasar tradisional atau modern tempat kita belanja.
Mau tanam sendiri, rasanya mustahil, mengingat ketersediaan lahan yang begitu terbatas. Oleh sebab itulah, berkebun dengan teknik hidroponik menjadi solusi dari persoalan masyarakat diperkotaan yang nyaris tidak mempunyai lahan berkebun.
Teknik hidroponik memungkinkan kita untuk menumbuhkan tanaman di mana saja, baik di luar maupun di dalam ruangan. Selain itu, kita bisa memastikan sayuran itu bebas dari bahaya pestisida kimia. Soal kesegaran, tak perlu diragukan lagi, karena kita memetik/memanen mereka langsung dari media tanamnya. Jadi, banyak keuntungan yang ditawarkan dari teknik menanam menggunakan media air ini.






